Blog EntryGempaJun 27, '06 8:26 AM
for everyone

Setelah sebulan mengalami Gempa.

Kronologi

06.55  wib  Kejadian gempa, sedang ada di kantor. Kantor bergoyang keras, dinding bergetar, perabot berserakan, lari keluar terpeleset air yang tumpah, kepala bocor terbentur lantai keramik.

07.10 wib Segera kembali kerumah, alhamdullilah keluarga utuh dan sehat, rumah hanya retak retak tembok belakang ambruk dan menutup saluran air hujan. Menengok rumah tetangga, ada yang rubuh rata dengan tanah, ada yang doyong tapi rata rata hanya retak. Tidak ada korban jiwa dan lula luka, saya tinggal di RT 46 RW 13 Suryodiningrata.

07.30 wib Kembali kekantor, memastikan kerusakan yang terjadi, memotret bagian bagian yang rusak, kantor masih utuh hanya retakretak dan tanah sekitar ambles 10 cm miring ke timur. Ketika memeriksa bagian atas terdengar isu syunami, anakku teriak teriak minta pulang sebab akan ada takut syunami.

08.00Kamipun pulang, di depan kantor sudah penuh orang berlarian, sepanjang jalan terlihat orang tergopoh gopoh berlari ke utara. lari pontang panting pucat penuh dengan ketakutan. Segala kendaraan penuh dimuati orang ketakutan.

08.10 Di rumah semua keluarga sudah siap "mengungsi", membawa tas yang berisi surat surat penting, mobil sudah disiapkan di depan rumah siap berangkat. Saya menenangkan mereka dan mengatakan tidak mungkin ada syunami sampai ke kampung ku sebab jarak dengan pantai cukup jauh (30 km) dan ketinggian dari alir laut cukup tinggi (100 m). Saya waktu itu lupa memotret, sebab kejadian sangat mencekam dan semua orang panik, kecuali saya yang tersenyum melihat kejadian tersebut (aku justru dimarah oleh istriku yang mengatakan aku orangnya sembrono ada bahaya kok malah klecam klecem/tersenyu senyum saja).

Apa yang saya lihat dari gempa?

Reaksi bangsa Indonesia menghadapi "Bencana Gempa Jogja 27 Mei 2006" bervariasi, berbagai pendekatan dilakukan untuk memahami dan menyikapi kejadian luar biasa

  1. Pendekatan sosial kemanusiaan : segera menggalang bantuan, langsung terjun menolong tanpa pandang bulu
  2. Pendekatan ilmu pengetahuan, mencari tahu penyebab dan penjelasan secara ilmu pengetahuan
  3. Pendekatan keagamaan; sebagai sarana mendekatkan diri pada yang Pencipta dan sebagai sebagai sarana introspeksi manusia dalam berkehidupan agama, sara beramal sholeh
  4. Pendekatan birokrasi, segera mendata, mengklasifikasikan, mendistribusaikan dan menghitung kerugian dan melakukan koordinasi semua komponen, dan "berjanji akan menjadi jutu penolong dengan menjanjikan jumlah uanh tertentu bagi korban dan kerusakan"
  5. Pendekatan pragmatis, mengatasi dan melanjutkan kehidupan dengan berbagai cara
  6. Pendekatan fatalis, menggantung diri, menyerobot bantuan, menjarah bantuan
  7. Pendekatan kriminal: membuat isu yang meresahkan, mencuri, memanipulasi bantuan atas namanya sendiri dan kelompok, mencari nafkah pribadi
  8. Pendekatan lainnya ... bisa ditambah deh

6 Comments
haryantodhy wrote on Jul 21, '06
dengan kejadian gempa tanggal 27 Mei 2006, dan memperhatikan cerita Bapak, saya turut simpati dan terharu, karena kepala jadi berdarah. Itu semua gejala alam, tidak usah dipikirkan terlalu jauh, karena sebentar lagi bapak akan diklat pim IV maka saya berharap bapak terus berkonsentrasi atas pekerjaan, karena negara sangat membutuhkan tenaga bapak. Saya kagum dengan kinerja bapak, meskipun sudah berusia senja, tapi semangat untuk menguasai komputer sangat hebat. terima kasih telah membuat semangat bagi yang muda muda
tulusjogja wrote on Aug 17, '06
Sebagai abdi negara ya harus gitu lah......cak elahh....
Kalo ngalem mbok ojo duwur duwur, mengko ndak tibo...lho....
Nuwun.....
dianabagus wrote on Sep 5, '06
Sampai sekarangpun kami masih khawatir Pak Tulus, karena orang tua kami juga di Yogya.
Salam kenal Pak Tulus...
sembara wrote on Sep 18, '06
kok Langgam jowo nipun mboten dipun upload.

kulo nenggo share langgam jowonipun awit identik jogja kalihan gamelanipun.. nuwun

derapkaki wrote on May 2
Bagaimana dengan pendekatan panggraita sasmita kaum Jawa, pak Tulus? Bukankah panggraita itu adalah intuisi, bukan mistis atau klenik?
tulusjogja wrote on May 9
Betul intuisi mengenal tanda-tanda (symbol) yang diberikan alam. Manusia yang masih berhubungan dengan alam masih memiliki intuisi tersebut, kecuali peran intuisi digantikan alat bantu tehnologi. Kepekaan orang menjadi hilang ketika jauh dari alam.
Kaum Jawa sudah banyak yang kemakan tehnologi, sehingga menjauhi alam. Mbak Marijan salah seorang yang masih dekat dengan alam, sebelum masuk iklan he he he he...
Contoh orang pake jam tangan itu menghilangkan kepekaan waktu, coba aja.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help