bedanya dengan Syarekat dagang Indonesia -nya Samanhudi apaan oom?... 
Wah kelihatannya laen sekali deh.
Syarekat dagang Indonesia itu kan untuk menyaingi perdagangan orang Belanda dan orang Tionghoa pada jaman kolonial dulu, demikian juga Samanhudi yang ada di Solo.
Syarekat yang ini usaha untuk rekonsiliasi nasional, banyak melibatkan generasi muda NU.
Mungkin teman-teman di NU ada yang merasa ikut andil dalam beberapa tindak pelanggaran HAM dan bentuk bentuk kekerasan seperti pembantaian anggota PKI pada jaman itu, dan itu merupakan kesalahan sejarah, sehingga secara moral mereka ingin bertanggungjawab dengan mengungkap kebenaran sejarah.
Tapi gerakan rekonsiliasi ini nampaknya banyak yang menentang, terutama mereka yang berbuat tapi tetap merasa tidak salah.
Luh menghilangkan nyawa orang kok enggak ada penyesalah ya?
Hukuman mati itu syah kalau sudah diputus (vonis) di pengadilan, kalau enggak kan main hakim sendiri, nah jaman dulu korban lebih banyak langsung di "hilangkan," tidak melewati proses pengadilan.
Tapi pada jaman itu kelihatannya terjadi histeria massal, rasionalitas dan pertimbangan akal sehat hilang, yang timbul adalah amarah sosial.. seolah ada yang menggiring dan mengarahkan orang untuk marah dan melampiaskannya ke para anggota PKI sampai anak cucunya..
Luh opo tumon? anak yang gak tahu apa apa kok disuruh menanggung "dosa atau kesalahan" orang tuanya, padahal orang tuanya juga belum tentu melakukan apa yang dituduhkan.
Menurut saya, beberapa orang disulut kemarahannya sehingga berkobar sampai membakar rasionalitas dan hati nuraninya sendiri...