Peh Cun merupakan upacara tradisi masyarakat Tionghoa yang memperingati nilai kepahlawanan (patriotisme dan menjunjung tinggi kejujuran) dan kesadaran cosmis (bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta), pada hari itu letak Matahari, Bumi dan Bulan ada pada satu garis, sehingga gravitasi di Bumi besar, buktikan dengan mendirikan telor mentah (pada tengah rari/ pk 11.45- 12.45, sebab kuning telor ada pada posisi dibawah (jatuh), pada hari biasa ada di tengah jadi gak seimbang/ tidak bisa berdiri.
Dalam melakukan prosesi kebudayaan ini kami Hoo Hap Hwee, menggunakan akulturasi budaya, lihat saja uborampe disamping, itu kan sajen model Jawa, sedangkan yang memimpin upacara adalah pendeta Tao (kami buka altar di Pantai Parangtritis, sementara kita pun mengikuti upacara dari panitia yang menggunakan cara Konghucu (di pantai Parang Bolong – lebih ke barat). Pada hari itu kita juga mohon ijin di Cepuri Parangkusumo dipandu oleh Juru Kunci Parangkusumo (Islam kejawen)....
Kalau pengertian Peh Cun itu sendiri bisa dilihat di
http://www.erabaru.or.id/k_11_art_36.html http://indonesian.cri.cn/chinaabc/chapter18/chapter180104.htm http://www.budaya-tionghoa.org/modules.php?name=News&file=article&sid=149 http://id.wikipedia.org/wiki/Peh_Cun